adsense

TOP MATERI Teks Cerita Sejarah (Definisi, Struktur, Kaidah kebahasaan)

TOP MATERI Teks Cerita Sejarah (Definisi, Struktur, Kaidah Kebahasaan) - Kali ini sudah tersedia Rangkuman Materi Bahasa Indonesia Bab Teks Cerita Sejarah. Semoga materi yang saya bagikan untuk saudara GeniuSmart ini bermanfaat dan membantu dalam proses pembelajaran. GeniuSmart !!! "Let's Genius And Smart For Everything."

     

A. DEFINISI TEKS CERITA SEJARAH 


Teks Cerita Sejarah Indonesia adalah Teks Cerita yang mengisahkan sebuah peristiwa manusia yang bersumber dari realisasi diri, kebebasan dan keputusan daya rohani yang menceritakan kisah masa lampau, studi tentang sebab dan akibat dalam bentuk teks cerita sejarah.

Artikel Terkait " TOP SOAL DAN JAWABAN Teks Cerita Sejarah"


Illustrasi Teks Cerita Sejarah

2. STRUKTUR TEKS CERITA SEJARAH 


        Dalam Teks Cerita sejarah terdapat struktur yang membangun teks cerita sejarah itu sendiri diantaranya.

a. Orientasi. (Merupakan bagian awal dari sebuah teks cerita sejarah yang berisi suatu gambaran tentang sebuah peristiwa sejarah.)

b. Peristiwa dan Masalah. (Merupakan bagian dari suatu kejadian atau peristiwa yang dialami. Pada bagian ini dijelaskan tentang sebuah pristiwa yang terjadi pada sebuah kehidupan di masa lalu.)

c. Reorientasi. (Merupakan bagian penutup, bagian ini berisi pandang dari penulis terhadap kejadian yang diceritakan. Reorientasi sendiri bersifat opsional, boleh ada, boleh juga tidak ada.

3. KAIDAH KEBAHASAAN TEKS CERITA SEJARAH


         Dalam teks cerita sejarah tidak lepas dari kaidah kebahasaan. Dan dalam menulis sebuah teks cerita sejarah perlu diperhatikan beberapa ciri kebahasaan antara lain, yaitu sebagai berikut.

a. Kalimat Kompleks 

        Kalimat kompleks adalah kalimat yang terdiri lebih dari satu aksi, peristiwa, atau keadaan, sehingga mempunyai lebih dari satu verba utama (kata yang menggambarkan keadaan, proses, atau perbuatan) dalam lebih dari satu struktur. Di dalam teks tanggapan kritis ditandai dengan adanya kalimat kompleks (kalimat majemuk), baik kalimat majemuk setara ataupun kalimat majemuk bertingkat.

b. Kata Hubung

        Kata hubung atau sering disebut juga konjungsi, adalah sebuah kata yang berfungsi sebagai penghubung antara satu kata dan kata lain dalam satu kalimat. Macam-macam konjungsi ada 5 yaitu sebagai berikut :

          1. Konjungsi Koordinatif atau kata penghubung koordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua unsur kalimat atau lebih yang kedudukannya setara atau sederajat. misalnya :
                    - Penanda hubungan penambahan misalanya : dan
                    - Penanda hubungan pendampingan misalnya : serta
                    - Penanda hubungan pemilihan misalnya : atau
                    - Penanda hubungan pertentangan misalnya : padahal, sedangkan, bahkan, namun.
                 
                    + Contoh Kalimat : Karena dari pengalaman ini mengajariku untuk selalu mendengarkan dan menaati nasihat orang tua.

          2. Konjungsi Subordinatif atau kata penghubung Sub ordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan antara anak kalimat dengan induk kalimat atau menghubungkan bagian dari kalimat subordinatif. Konjungsi subordinatif juga menghubungkan 2 kalimat (clausa) yang kedudukannya tidak sederajat. Berikut ini contoh konjungsi subordinatif.

- Penghubung subordinatif atributif : yang
- Penghubung subordinatif syarat : jika, kalau, jikalau, asal(kan), bila, manakala.
- Penghubung subordinatif waktu : sejak, semenjak, sedari, sewaktu, tatkala, ketika, sementara itu, begitu, seraya, selagi, selama, serta, sambil, demi, setelah, sesudah, sebelum, sehabis, seusai, hingga, sampai.
- Penghubung subordinatif perbandingan : sama...dengan, lebih...daripada
- Penghubung subordinatif komplementasi : bahwa
- Penghubung subordinatif cara : dengan, tanpa
- Penghubung subordinatif alat : dengan, tanpa
- Penghubung subordinatif hasil : sehingga, sampai, maka(nya)
- Penghubung subordinatif pembandingan : seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana, ibarat, daripada, dll.
- Penghubung subordinatif konsesif : biar(pun), walau(pun), sekalipun, sungguhpun, kendati(pun)
- Penghubung subordinatif pengandaian : andaikan, seandainya, umpamannya, sekiranya

c. Kata Keterangan 

- Kata keterangan waktu. Merupakan kata keterangan yang menggambarkan kapan terjadinya suatu peristiwa. misalnya kemarin, sekarang, besok, lusa, besok lusa, pagi, siang, malam.

- Kata keterangan tempat. Merupakan kata keterangan yang menunjukan dimana dan diruang mana suatu perbuatan atau peristiwa itu terjadi. misalnya di rumah, di sekolah, dari pasar, dll.

d. Kata Rujukan 

         Kata Rujukan ialah kata yang merujuk pada kata lain yang telah diungkapkan sebelumnya. Kata rujukan dibedakan menjadi 3 yaitu sebagai berikut.

         1. Rujukan benda atau hal
Rujukan suatu benda atau hal yaitu kata yang menyatakan nama dari seseorang, tempat, atau semua benda dan segala yang dibendakan, seperti ini, itu, tersebut.

         2. Rujukan tempat
Rujukan tempat yaitu kata yang menyatakan atau merujuk kepada kata tempat, dimana kejadian itu berlangsung, seperti kata rujukan tempat di sini, di situ, di sana.

         3. Rujukan personil atau orang atau yang diperlakukan seperti orang.
Rujukan personil yaitu kata yang merujuk pada sebuah tokoh dalam sebuah cerita. tokoh yang mengalami kejadiaan atau peristiwa tertentu. Contoh kata rujukan personil atau orang atau yang diperlakukan seperti orang adalah aku, dia, ia, mereka, beliau.

4. STRUKTUR YANG MEMBANGUN TEKS CERITA SEJARAH 


a. Intuisi 

        Intuisi adalah kemampuan untuk memahami atau mengetahui sesuatu secara langsung dari suatu topik yang sedang kita teliti. Dalam penelitian sejarahwan membutuhkan intuisi dan untuk mendapatkan intuisi tersebut sejarahwan harus berkerja keras dengan data yang ada. Seorang sejarahwan atau peneliti harus ingat akan data-datanya, harus bisa membayangkan apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang terjadi sesudahnya. Berbeda jauh dengan seorang seniman yang bisa saja dengan berjalan-jalan untuk mendapatkan ilham sebelum melanjutkan membuat seni.

b. Emosi 

        Emosi merupakan luapan perasaan yang berkembang. Emosi diperlukan untuk mewariskan nilai-nilai tertentu asalkan si penulis itu tetap setia pada faktanya. Dengan adanya emosi maka penulis dengan sengaja atau tidak mengajak para pembaca seakan-akan hadir dan menyaksikan sendiri peristiwa itu.

c. Gaya Bahasa

         Gaya bahasa merupakan cara khas dari seorang penulis untuk menyatakan pikiran dan perasaan dalam bentuk tulisan atau lisan. Gaya bahasa sangat diperlukan oleh sejarahwan untuk menuliskan sebuah peristiwa. Gaya bahasa adah yang menggambarkan detail-detail sejarah secara lugas dan tidak berbelit-belit

d.Imajinasi

         Imajinasi merupakan daya pikir untuk penulis membayangkan kejadian berdasarkan kenyataan atau pengalaman dari seseorang (khayalan). Imajinasi diperlukan sejarahwan untuk membayangkan apa yang sebenarnya terjadi, apa yang sedang terjadi dan apa yang akan terjadi.


5. UNSUR INTRISIK DAN EKSTRINSIK DALAM TEKS CERITA SEJARAH


a. Unsur Intrinsik

        Unsur intrinsik adalah unsur yang membangun suatu karya sastra itu sendiri. unsur-unsur instrinsik dalam karya sastra dan khususnya dalam teks cerita sejarah meliputi : tokoh dan penokohan, alur (plot), gaya bahasa, sudut pandang, latar (setting), tema dan amanat.

      1. Tema adalah suatu gagasan pokok atau ide pikiran  mengenai suatu hal, salah satu nya dalam membuat tulisan. Dalam sebuah tulisan pasti ada tema, karena tema sendiri adalah fondasi dari sebuah tulisan. Tema juga termasuk hal yang paling utama dilihat oleh para pembaca. Jika tema nya menarik maka tulisan atau karya tersebut memiliki nilai lebih.

      2.  Alur adalah urutan peristiwa yang berdasarkan pada hukum sebab-akibat. Alur tidak hanya mengemukakan apa yang terjadi melainkan juga menjelaskan mengapa hal ini terjadi. alur juga biasa disebut dengan jalan cerita atau susunan cerita. ada 2 cara yang digunakan dalam menyusun bagian-bagian cerita. Pertama, penulis dapat menyusun tema mulai dari tahap pengenalan sampai tahap penyelesaian. Atau yang Kedua yaitu Penulis atau pengarang menyusun peristiwa secara acak atau tidak berurutan. atau susunan yang kedua biasanya juga disebut dengan alur sorot balik (Flashback). Adapun Tahapan dalam alur maju yaitu sebagai berikut :

          a. Memulai dengan melukiskan keadaan (situation)
          b. Peristiwa mulai bergerak (generating circumtanses)
          c. Keadaan mulai memuncak (rising action)
          d. Mencapai titik puncak (klimaks)
          e. Pemecahan masalah atau penyelesaian masalah (denouement)

     3. Latar atau setting. latar dalam sebuah cerita dapat dibedakan ke dalam tiga unsur yaitu :
          a. Latar waktu. yaitu yang berhubungan dengan kapan terjadinya suatu peristiwa
          b. Latar tempat, yaitu yang berhubungan dengan dimana atau lokasi terjadi nya suatu peristiwa
          c. Latar sosial, yaitu yang berhubungan dengan perilaku kehidupan sosial masyarakat di suatu tempat.

      4. Tokoh dan Penokohan. 

Tokoh adalah istilah yang merujuk pada si pelaku atau pada orangnya. sedangkan watak, perwatakan, karakter, menunjukan pada sifat dan sikap dari seorang tokoh. Secara umum, yang sudah anda kenal yaitu terdapat tokoh protagonis dan tokoh antagonis. Protagonis yaitu tokoh yang membawa nilai-nilai, norma-norma atau kebaikan yang ideal bagi anda. sedangkan Antagonis merupakan tokoh yang melawan atau yang menyebabkan konflik dengan tokoh protagonis.

Penokohan merupakan watak tokoh-tokoh dalam suatu cerpen atau karakter yang menunjuk pada sifat dan sikap para tokoh yang menggambarkan kualitas pribadi seorang tokoh. Penokohan karakter dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu penokohan langsung dan penokohan tidak langsung. Penokohan langsung yaitu pengarang menyebutkan secara langung sifat atau sikap si tokoh dalam sebuah cerita sehingga pembaca tidak perlu menyimpulkan perwatakan dari tokoh tersebut. Penokohan tidak langsung adalah penokohan yang pengarangnya tidak menyebutkan secara langsung sifat si tokoh melainkan melalui tingkah laku tokoh, sikap tokoh, ucapan tokoh, maupun gerakan fisik tokoh, dalam hal ini si pembaca harus menyimpulkan sendiri perwatakan dari tokoh tersebut.

b. Unsur Ekstrinsik

Unsur Ekstrinsik termasuk ke dalam unsur yang tidak kalah penting juga dibandingkan dengan unsur instrinsik. Unsur-unsur ekstrinsik yaitu unsur-unsur yang berada diluar cerita tersebut, namun secara tidak langsung juga berpengaruh dalam sebuah cerita atau sebuah karya sastra. Unsur-unsur ekstrinsik yang dimaksud adalah sebagai berikut.

     1. Biografi
     2. Psikologi
     3. Keadaan masyarakat di tempat pengarang

6. MENGABSTRAKSI TEKS CERITA SEJARAH


Mengabstraksi sama seperti merangkum atau meringkas sebuah bacaan atau teks. Jadi hanya mengambil inti dari sebuah bacaan atau teks saja. Berikut ini langkah-langkah dalam mengabstraksi teks cerita sejarah.

a. membaca isi teks secara keseluruhan.
b. menentukan ide pokok
c. menentukan kalimat utama
d. menentukan kata kunci
e. merangkai kata kunci
f.  menyusun menjadi abstraksi

7. MENGONVERSI TEKS CERITA SEJARAH 


Mengonversi artinya mengubah secara keseluruhan isi sebuah cerita atau teks bacaan tanpa mengubah makna atau maksud teks. Langkah-langkah mengonversi sebuah teks cerita sejarah adalah sebagai berikut.

a. pilih teks
b. mengubah kata-kata nya menjadi suatu pembicaraan
c. setelah menjadi pembicaraan baru ubahlah menjadi drama
d. setelah diubah menjadi drama, daramanya tidak melingkupi semua teks

8. MENULIS ATAU MELENGKAPI TEKS CERITA SEJARAH


Menurut Prof. Dr. Sartono Kartodidjo dalam bukunya Pendekatan Ilmu Sosial Dalam Metodologi Sejarah (1993: 60-62) menyebutkan bahwa dalam penyusunan sebuah cerita sejarah ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan, yaitu antara lain sebagai berikut.

a. Kejadian-kejadian diceritakan dalam urutan kronologis dari awal sampai akhir. Beberapa peristiwa juga perlu diatur menurut urutan kronologis
b. Dari sekelompok fakta (peristiwa) perlu ada penentuan fakta kausal (penyebab)-fakta peristiwa-fakta penyebab.
c. Bila uraian berupa deskritif-naratif, maka perlu ada proses serialisasi, ialah mengurutkan peristiwa-peristiwa berdasarkan prinsip-prinsip diatas.
d. Dua peristiwa atau lebih yang terjadi secara bersamaan perlu dituturkan secara terpisah.
e. Apabila satu peristiwa sangat kompleks, terjadi atas banyak kejadian kecil, maka perlu dikoreksi mana yang perlu disoroti karena dipandang penting.
f. Unit waktu dan unit ruang dapat dibagi ats sub unit tanpa menghilangkan kaitannya atau dalam kerangka umum suasana terjadinnya.
g. Untuk memberi struktur pada waktu maka perlu dilakukan periodisasi waktu berdasarkan kriteria tertentu, seperti ciri-ciri khas yang ada pada periode tertentu
h. Suatu peristiwa dengan lingkup waktu dan ruang yang cukup besar sering memerlukan pembabakan atau episode-episode, seperti gerakan sosial tentu mengalami masa awal penuh keresahan sosial, munculnya pemimpin dan ideologi, masa akselerasi politik, konfrontasi, dan massa reda
i. Perkembangan ekonomi sering memerlihatkan garis pasang-surut, semacam gelombang yang lazim disebut konjunktur. Di samping itu, perubahan sosial makan waktu lebih lama sebelum tampak jelas perubahan strukturalnya. Perubahan yang radikal, total dan mendesat lebih cepat disebut revolusi. Yang jelas ialah bahwa perkembangan historis mempunyai iramanya sendiri, secara esensial berbeda dengan perkembangan evolusioner menurut terori evolusi
j. Dalam perkembangan metodologi sejarah mutakhir ternyata pengkajian sejarah tidak lagi semata-mata membuat deskripsi-naratif tetapi lebih banyak menyusun deskripsi-analisis. Dalam melaksanakan proses penulisan, satu hal yang juga penting untuk diperhatikan adalah pemakaian pendekatan. Pada umumnya pendekatan yang dipakai harus bersifat multidimensional, sehingga pembahasannya lebih bulat dan utuh. Pendekatan multidimensional ini juga penting untuk menghindarkan dari determinisme tertentu yang hanya memandang bahwa satu peristiwa atau permasalahan seolah-olah hanya disebabkan oleh satu faktor tertentu saja.


Untuk Saudara GeniuSmart yang ingin berlatih soal bab Teks Cerita Sejarah. Klik Disini

9. THANKS TO :

  1. www.ghozaliq.com
  2. Buku ajar araminta sains kurikulum 2013

10. DOWNLOAD MATERI 


Subscribe Gratis dan Dapatkan Informasi Artikel Pendidikan Terupdate:

2 Responses to "TOP MATERI Teks Cerita Sejarah (Definisi, Struktur, Kaidah kebahasaan) "

Dapatkan Informasi Terupdate Melalui Email